Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan
hadist Nabi Shallallahu alaihi wassalam , ia meriwayatkan hadist sebanyak 5.374 hadist.
Abu Hurairah memeluk Islam pada tahun 7 H, tahun terjadinya
perang Khibar, Rasulullah sendirilah yang memberi julukan “Abu Hurairah”, ketika beliau
sedang melihatnya membawa seekor kucing kecil. Julukan dari Rasulullah
Shallallahu alaihi wassalam itu semata karena kecintaan beliau kepadanya.
Allah Subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Rasulullah
agar Abu Hurairah dianugrahi hapalan yang kuat. Ia memang paling banyak
hapalannya diantara para sahabat lainnya.
Pada masa Umar bin Khaththab menjadi Khalifah, Abu
Hurairah menjadi pegawai di Bahrain, karena banyak meriwayatkan hadist Umar bin
Khaththab pernah menetangnya dan ketika Abu Hurairah meriwayatkan sabda
Rasulullah shallallahu alaihi wassalam : ” Barangsiapa
berdusta mengatasnamakanku dengan sengaja, hendaklah ia menyediakan pantatnya
untuk dijilat api neraka”. Kalau begitu kata Umar, engkau boleh
pergi dan menceritakan hadist.
Syu’bah bin al-Hajjaj memperhatikan bahwa Abu Hurairah
meriwayatkan dari Ka’ab al-Akhbar dan meriwayatkan pula dari Rasulullah
Shallallahu alaihi wassalam, tetapi ia tidak membedakan antara dua riwayatnya
tersebut. Syu’bah pun menuduhnya melakukan tadlis, tetapi Bisyr bin Sa’id
menolak ucapan Syu’bah tentang Abu Hurairah. Dan dengan tegas berkata: "Bertakwalah kepada allah dan berhati hati
terhadap hadist. Demi Allah, aku telah melihat kita sering duduk di majelis Abu
Hurairah. Ia menceritakan hadist Rasulullah dan menceritakan pula kepada kita
riwayat dari Ka’ab al-Akhbar. Kemudian dia berdiri, lalu aku mendengan dari
sebagian orang yang ada bersama kita mempertukarkan hadist Rasulullah dengan
riwayat dari Ka’ab. Dan yang dari Ka’ab menjadi dari Rasulullah.”
Jadi tadlis itu tidak bersumber dari Abu Hurairah sendiri, melainkan dari orang
yang meriwayatkan darinya.
Cukupkanlah kiranya kita mendengar kan dari Imam
Syafi’I : ”Abu Hurairah adalah
orang yang paling hapal diantara periwayat hadist dimasanya”.
Marwan bin al-Hakam pernah mengundang Abu Hurairah
untuk menulis riwayat darinya, lalu ia bertanya tentang apa yang ditulisnya,
lalu Abu Hurairah menjawab : ”Tidak
lebih dan tidak kurang dan susunannya urut”.
Abu Hurairah meriwayatkan hadist dari /abu Bakar,
Umar, Utsman, Ubai bin Ka’ab, Utsman bin Za’id, Aisyah dan sahabat lainnya.
Sedangkan jumlah orang yang meriwayatkan darinya melebihi 800 orang, terdiri
dari para sahabat dan tabi’in. diantara lain dari sahabat yang diriwayatkan
adalah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Jabir bin Abdullah, dan Anas bin
Malik, sedangkan dari kalangan tabi’in antara lain Sa’id bin al-Musayyab, Ibnu
Sirin, Ikrimah, Atha’, Mujahid dan Asy-Sya’bi.
Sanad paling shahih yang berpangkal daripadanya adalah Ibnu
Shihab az-Zuhr, dari Sa’id bin al-Musayyab, darinya (Abu Hurairah).
Adapun yang paling Dlaif adalah as-Sari bin Sulaiman,
dari Dawud bin Yazid al-Audi dari bapaknya (Yazid al-Audi) dari Abu Hurairah.
Shahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu anhu termasuk
salah seorang dari mereka. Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa dalam
kemampuan dan kekuatan ingatan. Abu Hurairah radhiyallahu anhu mempunyai
kelebihan dalam seni menangkap apa yang didengarnya, sedang ingatannya
mempunyai keistimewaan dalam segi meng- hafal dan menyimpan. Didengarya,
ditampungnya lalu terpatri dalam ingatannya hingga dihafalkannya, hampir tak
pernah ia melupakan satu kata atau satu huruf pun dari apa yang telah
didengarnya, sekalipun usia bertambah dan masa pun telah berganti-ganti. Oleh
karena itulah, ia telah mewakafkan hidupnya untuk lebih banyak mendampingi
Rasulullah sehingga termasuk yang terbanyak menerima dan menghafal Hadits,
serta meriwayatkannya.
Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadits yang dengan
sengaja membikin hadits-hadits bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Mereka memperalat nama Abu Hurairah
radhiyallahu anhu dan menyalah- gunakan ketenarannya dalam meriwayatkan Hadits
dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam., hingga sering mereka mengeluarkan
sebuah “hadits”, dengan menggunakan kata-kata: — “Berkata Abu Hurairah… “
Dengan perbuatan ini hampir-hampir mereka menyebabkan
ketenaran Abu Hurairah radhiyallahu anhu dan kedudukannya selaku penyampai
Hadits dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam. menjadi lamunan keragu-raguan dan
tanda tanya, kalaulah tidak ada usaha dengan susah payah dan ketekunan yang
luar biasa, serta banyak waktu yang telah di habiskan oleh tokoh-tokoh utama
para ulama Hadits yang telah membaktikan hidup mereka untuk berhidmat kepada
Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan yang dimasukkan ke dalamnya.’
Di sana Abu Hurairah radhiyallahu anhu berhasil lolos
dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak
diselundupkan oleh kaum perusak ke dalam Islam, dengan mengkambing hitamkan Abu
Hurairah radhiyallahu anhu dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya.
Setiap anda mendengar muballigh atau penceramah atau khatib
Jum’at mengatakan kalimat yang mengesankan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu
berkata ia, telah bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam ……” Saya
katakan ketika andamendengar nama ini dalam rangkaian kata tersebut, dan ketika
anda banyak menjumpainya, yah banyak sekali dalam kitab-kitab Hadits, sirah,
fiqih serta kitab-kitab Agama pada umumnya, maka diketahuilah bahwa anda sedang
menemui suatu pribadi, antara sekian banyak pribadi yang paling gemar bergaul
dengan Rasulullah dan mendengarkan sabdanya…..Karena itulah perbendaharaannya
yang menakjubkan dalam hal Hadits dan pengarahan-pengarahan penuh hikmat yang
dihafalkannya dari Nabi·Shalallahu ‘alaihi wasallam. jarang diperoleh
bandingannya … Dan dengan bakat pemberian Tuhan yang dipunyainya beserta perbendaharaan
Hadits tersebut, Abu Hurairah radhiyallahu anhu merupakan salah seorang paling
mampu membawa anda ke hari-hari kehidupan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasallam beserta para sahabatnya dan membawa anda berkeliling, asal anda
beriman teguh dan berjiwa siaga, mengitari pelosok dan berbagai ufuk yang
membuktikan kehebatan Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam. beserta
shahabat-shahabatnya itu dan memberikan makna kepada kehidupan ini dan
memimpinnya ke arah kesadaran dan pikiran sehat. Dan bila garis-garis yang anda
hadapi ini telah menggerakkan kerinduan anda untuk mengetahui lebih dalam
tentang Abu Hurairah radhiyallahu anhu dan mendengarkan beritanya, maka silakan
anda memenuhi keinginan anda tersebut.
Ia adalah salah seorang yang menerima pantulan
revolusi Islam, dengan segala perubahan mengagumkan yang diciptakannya. Dari
orang upahan menjadi induk semang atau majikan.
Dari seorang yang terlunta-lunta di tengah-tengah
lautan manusia, menjadi imam dan ikutan …. ! Dan dari seorang yang sujud di hadapan
batu-batu yang disusun, menjadi orang yang beriman kepada Allah yang Maha Esa
lagi Maha Perkasa …. Inilah dia sekarang bercerita dan berkata :
“Aku
dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam keadaan miskin …. Aku
menerima upah sebagai pembantu pada Busrah binti Ghazwan demi untuk mengisi
perutku ! Akulah yang melayani keluarga itu bila mereka sedang menetap dan
menuntun binatang tunggangannya bila sedang bepergian …. Sekarang inilah aku,
Allah telah menikahkanku dengan putri Busrah, maka segala puji bagi Allah yang
telah menjadikan Agama ini tiang penegak, dan menjadikan Abu Hurairah
radhiyallahu anhu ikutan ummat…..!”
Ia datang kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam di
tahun yang ke tujuh Hijrah sewaktu beliau berada di Khaibar ia memeluk Islam
karena dorongan kecintaan dan kerinduan …. Dan semenjak ia bertemu dengan Nabi
Shalallahu ‘alaihi wasallam; dan berbai’at kepadanya, hampir-hampir ia tidak
berpisah lagi daripadanya kecuali pada saat-saat waktu tidur …. Begitulah
berjalan selama masa empat tahun yang dilaluinya bersama Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wasallam . yakni sejak ia masuk islam sampai wafatnya Nabi, pergi ke
sisi Yang Maha Tinggi. Kita katakan : “Waktu
yang empat tahun itu tak ubahnya bagai suatu usia manusia yang panjang lebar,
penuh dengan segala yang baik, dari perkataan, sampai kepada perbuatan dan
pendengaran… !’
Dengan fitrahnya yang kuat, Abu Hurairah radhiyallahu
anhu mendapat kesempatan yang besar yang memungkinkannya untuk memainkan
peranan penting dalam berbakti kepada Agama Allah.
Pahlawan perang dikalangan shahabat, banyak…. Ahli
fiqih, juru da’wah dan para guru juga tidak sedikit ….
Tetapi lingkungan dan masyarakat memerlukan tulisan
dan penulis. Di masa itu golongan manusia pada umumnya,jadi bukan hanya
terbatas pada bangsa Arab saja, tidak mementingkan tulis menulis. Dan tulis
menulis itu belum Lagi merupakan bukti kemajuan di masyarakat manapun.
Bahkan Eropah sendiri juga demikian keadaannya sejak
kurun waktu yang belum lama ini. Kebanyakan dari raja-rajnya, tidak terkecuali
Charlemagne sebagai tokoh utamanya, adalah orang-orang yang buta huruf, tak
tahu tulis baca, padahal menurut ukuran masa itu, mereka memiIiki kecerdasan
dan kemampuan besar….
Kembali kita pada pembicaraan bermula untuk melihat
Abu Hurairah radhiyallahu anhu, baganana ia dengan fitrahnya dapat menyelami
kebutuhan masyarakat baru yang dibangun oleh Islam, yaitu kebutuhan akan
orang-orang yang dapat melihat dan memelihara peninggalan dan ajaran-ajarannya.
Pada waktu itu memang para shahabat yang mampu menulis, tetapi jumlah mereka
sedikit sekali, apalagi sebagiannya tak mempunyai kesempatan untuk mencatat
Hadits-hadits yang diucapkan oleh Rasul.
Sebenamya Abu Hurairah radhiyallahu anhu bukanlah
seorang penulis, ia hanya seorang ahli hafal yang mahir, di samping memiliki
kesempata atau mampu mengadakan kesempatan yang diperlukan itu, karena ia tak
punya tanah yang akan digarap, dan tidak punya perniagaan yang akan diurus….
Ia pun menyadari bahwa dirinya termasuk orang yang
masuk Islam belakangan, maka ia bertekad untuk mengejar ketinggalannya, dengan
cara mengikuti Rasul terus menerus dan secara tetap menyertai majlisnya ..
Kemudian disadarinya pula adanya bakat pemberian Allah ini pada dirinya, berupa
daya ingatannya yang luas dan kuat, serta semakin bertambah kuat, tajam dan
luas lagi dengan do’a Rasul, agar pemilik bakat ini diberi Allah berkat.
Ia menyiapkan dirinya dan menggunakan bakat dan
kemampuan karunia Ilahi untuk memikul tanggung jawab dan memelihara peninggalan
yang sangat penting ini dan mewariskannya kepada generasi kemudian ….
Abu Hurairah radhiyallahu anhu bukan tegolong dalam barisan
penulis, tetapi sebagai- mana telah kita utarakan, ia adalahseorang yang
terampil menghafal lagi kuat ingatan …. Karena ia tak punya tanah yang akan
ditanami atau perniagaan yang akan menyibukkannya, ia tidak berpisah hengan
Rasul, baik dalam perjalanan maupun di kala menetap….
Begitulah ia mempermahir dirinya dan ketajaman daya
ingatnya untuk menghafal Hadits-hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam
dan pengarahannya. Sewaktu Rasul telah pulang ke Rafikul’Ala (wafat), Abu
Hurairah radhiyallahu anhu terus-menerus menyampaikan Hadits hadits, yang
menyebabkan sebagian shahabatnya merasa heran sambil bertanya-tanya di dalam
hati, dari mana datangnya hadits-hadits ini, kapan didengarya dan diendapkannya
dalam ingatannya ….
Abu Hurairah radhiyallahu anhu telah memberikan
penjelasan untuk menghilangkan kecurigaan ini, dan menghapus keragu-raguan yang
menulari putra shahabatnya, maka katanya: “Tuan-tuan telah mengatakan bahwa Abu
Hurairah radhiyallahu anhu banyak sekali mengeluarkan Hadits dari Nabi
Shalallahu ‘alaihi wasallam…. Dan tuan-tuan katakan pula orang-orang Muhajirin
yang lebih dahulu daripadanya masuk Islam, tak ada menceritakan hadits-hadits
itu..? Ketahuilah, bahwa shahabat-sahahabatku orang-orang Muhajirin itu, sibuk
dengan perdagangan mereka di pasar-pasar, sedang shahabat- shahabatku
orang-orang Anshar sibuk degan tanah pertanian mereka. Sedang aku adalah
seorang miskin, yang paling banyak menyertai majlis Rasulullah, maka aku hadir
sewaktu yang lain absen dan aku selalu ingat seandainya mereka lupa karena
kesibukan.
Dan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, pernah berbicara
kepada kami di suatu hari, kata beliau : “Siapa
yang membentangkan sorbannya hingga selesai pembicraanku, kemudian ia meraihnya
ke dirinya, maka ia takkan terlupa akan suatu pun dari apa yang telah
didengarya dari padaku !”
Maka kuhamparkan kainku, lalu beliau berbicara
kepadaku, kemudian kuraih kain itu ke diriku, dan demi Allah, tak ada suatu pun
yang terlupa bagiku dari apa yang telah kudengar daripadanya … ! Demi Allah
kalau tidaklah karena adanya ayat di dalam Kitabullah niscaya tidak akan
kukabarkan kepada kalian sedikit jua pun! Ayat itu ialah: “Sesungguhnya
orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah kami turunkan berupa
keterangan-keterangan dan petunjuk, sesudah Kami nyatakan kepada manusia di
dalam Kitab mereka itulah yang dikutuk oleh Allah dan dikutuk oleh para
pengutuk (Malaikat-malaikat)!”
Demikianlah Abu Hurairah radhiyallahu anhu menjelaskan
rahasia kenapa hanya ia seorang diri yang banyak mengeluarkan riwayat dari
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam :
- Pertama,
karena ia melowongkan waktu untuk menyertai Nabi lebih banyak dari para shahabat
lainnya.
- Kedua,
karena ia memiliki daya ingatan yang kuat, yang telah diberi berkat oleh Rasul,
hingga ia jadi semakin kuat.
- Ketiga,
ia menceritakannya bukan karena ia gemar bercerita, tetapi karena keyakinan
bahwa menyebarluaskan hadits-hadits ini, merupakan tanggung jawabnya terhadap
Agama dan hidupnya. Kalau tidak dilakukannya berarti ia menyembunyikan kebaikan
dan haq, dan termasuk orang yang lalai yang sudah tentu akan menerima hukuman
kelalaiannya!
Oleh sebab itulah ia harus saja memberitakan, tak
suatupun yang menghalanginya dan tak seorang pun boleh melarangnya … hingga
pada suatu hari Amirul Mu’minin Umar berkata kepadanya : “Hendaklah kamu hentikan menyampaikan
berita dari Rasulullah! Bila tidak, maka akan kukembalikan kau ke tanah Daus…
!” (yaitu tanah kaum dan keluarganya).
Tetapi larangan ini tidaklah mengandung suatu tuduhan
bagi Abu Hurairah radhiyallahu anhu, hanyalah sebagai pengukuhan dari.suatu
pandangan yang dianut oleh Umar, yaitu agar orang-orang Islam dalam jangka
waktu tersebut, tidak membaca dan menghafalkan yang lain, kecuali al-quran
sampai ia melekat dan mantap dalam hati sanubari dan pikiran….
Al-quran adalah kitab suci Islam, Undang-undang Dasar
dan kamus lengkapnya dan terlalu banyaknya’ cerita tentang Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wasallam . teristimewa lagi pada tahun-tahun menyusul wafatnya Nabi
Shalallahu ‘alaihi wasallam., saat sedang dihimpunnya Al-Quran, dapat
menyebabkan kesimpangsiuran dan campur-baur yang tidak berguna dan tak perlu
terjadi.
Oleh karena ini, Umar berpesan : “Sibukkanlah dirimu dengan Al-Quran karena
dia adalah kalam Allah…”. Dan katanya lag i: “Kurangilah olehmu meriwayatkan perihal
Rasulullah kecuali yang mengenai amal perbuatannya!”
Dan sewaktu beliau mngutus Abu Musa al-Asy’ari ke Irak
ia berpesan,kepadanya : — "Sesungguhnya
anda akan mendatangi suatu kaum yang dalam mesjid mereka terdengar bacaan
al-quran seperti suara lebah. maka biarkanlah seperti itu dan jangan anda
binbangkan merek adengan hadits-hadits, dan aku menjadi pendukung anda dalam
hal ini….!”
Al-qur’an sudah dihimpun dengan jalan yang sangat
cermat, hingga terjamin keasliannya tanpa dirembesi oleh hal-hal lainnya…..
Adapun hadits, maka umar tidak dapat menjamin bebasnya dari pemalsuan atau
perubahan atau diambilnya sebagai alat untuk mengada-ada terhadap Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wasallam dan merugikan Agama Islam…..
Abu Hurairah radhiyallahu anhu menghargai pandangan
Umar, tetapi ia juga percaya terhadap dirinya dan teguh memenuhi amanat, hingga
ia tak hendak menyembunyikan suatu pun dari Hadits dan ilmu selama diyakininya
bahwa menyembunyikannya adalah dosa dan kejahatan.
Demikianlah, setiap ada kesempatan untuk menumpahkan isi
dadanya berupa Hadits yang pemah didengar dan ditangkapnya tetap saja
disampaikan dan dikatakannya….
Hanya terdapat pula suatu hal yang merisaukan, yang
menimbulkan kesulitan bagi Abu Hurairah radhiyallahu anhu ini, karena seringnya
ia bercerita dan banyaknya Haditsnya yaitu adanya tukang hadits yang lain yang
menyebarkan Hadits-hadits dari Rasul Shalallahu ‘alaihi wasallam. dengan
menambah-nambah dan melebih-lebihkan hingga para shahabat tidak merasa puas
terhadap sebagian besar dari Hadits-haditsnya. Orang itu namanya Ka’ab
al-ahbaar, seorang Yahudi yang masuk Islam.
Pada suatu hari Marwan bin Hakam bermaksud menguji
kemampuan menghafal dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Maka dipanggilnya ia
dan dibawanya duduk bersamanya, lalu dimintanya untuk mengabarkan hadits-hadits
dari Rasusullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Sementara itu disuruhnya penulisnya
menuliskan apa yang diceritakan Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari balik
dinding. Sesudah berlalu satu tahun, dipanggilnya Abu Hurairah kembali dan
dimintanya membacakan lagi Hadits-hadits yang dulu itu yang telah ditulis
sekretarisnya. Ternyata tak ada yang terlupa oleh Abu Hurairah radhiyallahu
anhu walau agak sepatah kata pun.
Ia berkata tentang dirinya: — “Tak ada seorang pun dari sahabat-sahabat
Rasul yang lebih banyak menghafal Hadits dari padaku, kecuali Abdullah bin ‘Amr
bin ‘Ash, karena ia pandai menuliskannya sedang aku tidak .. “. Dan
Imam Syafi’i mengemukakan pula pendapatnya tentang Abu Hurairah radhiyallahu
anhu : “la seorang yang paling
banyak hafal di antara seluruh perawi Hadits sesamanya”. Sementara
Imam Bukhari menyatakan pula : ”Ada
delapan ratus orang atau lebih dari shahabat tabi’in dan ahli ilmu yang
meriwayatkan Hadits dari Abu Hurairah”.
Abu Hurairah termasuk orang ahli ibadat yang
mendekatkan diri kepada Allah, selalu melakukan ibadat bersama isterinya dan
anak-anaknya semalam-malaman secara bergiliran, mula-mula ia berjaga sambil
shalat sepertiga malam kemudian dilanjutkan oleh isterinya sepertiga malam dan
sepertiganya lagi dimanfaatkan oleh puterinya… Dengan demikian, tak ada satu
saat pun yang berlalu setiap malam di rumah Abu Hurairah radhiyallahu anhu,
melainkan berlangsung di sana ibadat, dzikir dan shalat!
Karena keinginannya memusatkan perhatian untuk
menyertai Rasul Shalallahu ‘alaihi wasallam. ia pernah menderita kepedihan
lapar yang jarang diderita orang lain. Dan pernah ia menceritakan kepada kita
bagaimana rasa lapar telah menggigit-gigit perutnya, maka diikatkannya batu
dengan surbannya ke perutnya dan ditekannnya ulu hatinya dengan kedua
tangannya, lalu terjatuhlah ia di mesjid rambil menggeliat-geliat kesakitan
hingga sebagian sahabat menyangkanya ayan, padahal sama sekali bukan .. .!
Semenjak ia menganut Islam tak ada yang memberatkan
dan menekan perasaan Abu Huraiiah dari berbagai persoalan hidupnya ini, kecuali
satu masalah yang hampir menyebabkannya tak dapat memejamkan mata. Masalah itu
ialah mengenai ibunya, karena waktu itu ia menolak untuk masuk Islam …. Bukan
hanya sampai di sana saja, bahkan ia menyakitkan perasaannya dengan
menjelek-jelekkan Rasulullah di depannya…
Pada suatu hari ibunya itu kembali mengeluarkan kata-kata
yang menyakitkan bagi Abu Hurairah radhiyallahu anhu tentang Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wasallam ., hingga ia tak dapat menahan tangisnya
dikarenakan sedihnya, lalu ia pergi ke mesjid Rasul….Marilah kita dengarkan ia
menceritakan lanjutan berita kejadian itu sebagai berikut :
Sambil menangis aku datang kepada Rasulullah, lalu
kataku : ”Ya Rasulallah, aku
telah meminta ibuku masuk islam, Ajaranku itu ditolaknya, dan hari ini aku pun
baru saja, memintanya masuk Islam. Sebagai jawaban ia malah mengeluarkan
kata-kata yang tak kusukai terhadap diri Anda. Karenanya mohon anda du’akan
kepada Allah kiranya ibuku itu ditunjuki-Nya kepada Islam….”
Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, berdo’a :
“Ya Alloh tunjukkilah ibu Abu
Hurairah!”
Aku pun berlari mendapatkan ibuku untuk menyampaikan
kabar gembira tentang du’a Rasulullah itu. Sewaktu sampai di muka pintu,
kudapati pintu itu terkunci. Dari luar kedengaran hunyi gemercik air, dan suara
ibu memanggilku : “Hai Abu
Hurairah, tunggulah ditempatmu itu… !”
Di waktu ibu keluar ia memakai baju kurungnya, dan
membalutkan selendangnya sambil mengucapkan : “Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan
‘abduhu wa Rasuluh."
Aku pun segera berlari menemui Rasulullah. sambil menangis
karena gembira, sebagaimana dahulu aku menangis karena berduka, dan kataku
padanya :
“Kusampaikan
kabar suka ya Rasulallah, bahwa Allah telah mengabullkan du’a anda …, Allah
telah menunjuki ibuku ke dalam islam … “. Kemudian kataku pula : “Ya Rasulallah, mohon anda du’akan kepada
Allah, agar aku dan ibuku dikasihi oleh orang-orang Mu’min, baik laki-laki
maupun perempuan!” Maka Rasul berdu’a : “Ya Allah, mohon engkau jadikan hambu-Mu
ini beserta ibunya dikasihi oleh sekalian orang-orang Mumin, laki-laki dan
perempuan …!”
Abu Hurairah radhiyallahu anhu hidup sebagai seorang
ahli ibadah dan seorang mujahid … tak pernah ia ketinggalan dalam perang, dan
tidak pula dari ibadat. Di zaman Umar bin Khatthab ia diangkat sebagai amir
untuk daerah Bahrain, sedang Umar sebagaimana kita ketahui adalah seorang yang
sangat keras dan teliti terhadap pejabat-pejabat yang diangkatnya. Apabila ia
mengangkat seseorang sedang ia mempunyai dua pasang pakaian maka sewaktu
meninggalkan jabatannya nanti haruslah orang itu hanya mempunyai dua pasang
pakaian juga…… malah lebih utama kalau ia hanya memiliki satu pasang saja!
Apabila waktu meninggalkan jabatan itu terdapat tanda-tanda kekayaan, maka ia
takkan luput dari interogasi Umar, sekalipun kekayaan itu berasal dari jalan halal
yang dibolehkan syara’! Suatu dunia lain …. Yang diisi oleh Umar dengan hal-hal
luar biasa dan mengagumkan… Rupanya sewaktu Abu Hurairah memangku jabatan
sebagai kepala daerah Bahrain ia telah menyimpan harta yang berasal dari sumber
yang halal. Hal ini diketahui oleh Umar, maka iapun dipanggilnya datang ke
Madinah……Dan mari kita dengarkan Abu Hurairah, memaparkan soal jawab ketus yang
berlangsung antaranya dengan Amirul Mu’minin Umar: Kata Umar : “Hai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, apa
engkau telah mencuri harta Allah?" Jawabku : “Aku bukan musuh Allah dan tidak pula
musuh kitab-Nya. Hanya aku menjadi musuh orang yang memusuhi keduanya dan aku
bukanlah orang yang mencuri harta Allah . . ! Dari mana,kau peroleh sepuluh ribu itu?
Kuda kepunyaanku beranak-pinak dan pemberian orang berdatangan …. Kembalikan
harta itu ke perbendaharaan negara (baitul maal)… !"
Abu Hurairah menyerahkan hartanya itu kepada Umar,
kemudian ia mengangkat tangannya ke arah langit sambil berdu’a : “Ya Allah, ampunilah Amirul Mu’minin."
Tak selang beberapa lamanya. Umar memanggil Abu Hurairah
kembali dan menawarkan jabatan kepadanya di wilayah baru. Tapi ditolaknya dan
dimintanya maaf karena tak dapat menerimanya. Kata Umar kepadanya: “Kenapa, apa sebabnya?” Jawab
Abu Hurairah : “Agar
kehormatanku tidak sampai tercela, hartaku tidak dirampas, punggungku tidak
dipukul… !”
Kemudian katanya lag i: “Dan aku takut menghukum tanpa ilmu dan bicara tanpa belas
kasih … !”
Pada suatu hari sangatlah rindu Abu Hurairah
radhiyallahu anhu hendak bertemu dengan Allah …. Selagi orang-orang yang
mengunjunginya mendu’akannya cepat sembuh dari sakitnya, ia sendiri
berulang-ulang memohan kepada Allah dengan berkata : “Ya Allah, sesungguhnya aku telah sangat
rindu hendak bertemu dengan-Mu, Semoga Engkau pun demikian … !”
Dalam usia 78 tahun, tahun yang ke-59 Hijriyah ia pun berpulang ke rahmatullah.
Di sekeliling orang-orang shaleh penghuni pandam
pekuburan Baqi’, di tempat yang beroleh berkah, di sanalah jasadnya dibaringkan
… ! Dan sementara orang-orang yang mengiringkan jenazahnya kembali dari
pekuburan, mulut dan lidah mereka tiada henti-hentinya membaca Hadits yang
disampaikan Abu Hurairah kepada mereka dari Rasul yang mulia……..
Salah seorang di antara mereka yang baru masuk islam
bertanya kepada temannya: “Kenapa
syaikh kita yang telah berpulang ini diberi gelar Abu Hurairah (bapak kucing)?"
Tentu temannya yang telah mengetahui akan menjawabnya : "Di waktu jahiliyah namanya dulu Abdusy
Syamsi, dan tatkala ia memeluk Islam, ia diberi nama oleh Rasul dengan
Abdurrahman. Ia sangat penyayang kepada binatang dan mempunyai seekor kucing,
yang selalu diberinya makan, digendongnya, dibersihkannya dan diberinya tempat.
Kucing itu selalu menyertainya seolah-olah bayang bayangnya. Inilah sebabnya ia
diberi gelar “Bapak Kucing”, moga-moga Allah ridla kepadanya dan menjadikannya
ridla kepada Allah."
Ia wafat pada tahun 57 H di Aqiq.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer